Minggu, 27 Januari 2019

TIGAS PSDA 10

PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR YANG TERPADU DAN BERKELANJUTAN


            Indonesia merupakan salah satu negara tropika basah di dunia, krisis air sering melanda kawasan ini. Di beberapa daerah di Indonesia sering ditemukan kelangkaan air bersih, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhannya. Dalam hal sumberdaya air, krisis yang dialami Indonesia menyangkut aspek penyediaan dan aspek pengelolaan. Dalam hal penyediaan, masalah yang timbul mencakup aspek kuantitas dan kualitas. Secara spasial, permasalahan air dapat digolongkan pada dua wilayah, yakni perkotaan, dan pedesaan. Di Perkotaan belum semua anggota masyarakat mendapat akses air bersih secara sehat. Di kota-kota besar, banyak masyarakat di wilayah kumuh memanfaatkan bantaran sungai untuk MCK dan air minum.Penyediaan air bersih melalui institusi/perusahaan yang terkait, misalnya PDAM, masih belum mecukupi. Sebagai gambaran, PDAM DKI Jaya pernah menyatakan 62% warga telah terlayani. Namun data itu diragukan kalangan DPRD. Pelayanan air dari PDAM, misalnya, tidak selalu memenuhi persyaratan, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas, yaitu sering tidak memenuhi baku mutu lingkungan untuk air minum. Kualitas air bersih yang diterima warga tidak murni bersih, banyak kotoran, bahkan ada indikasi terkontaminasi pencemaran dari sejumlah limbah pabrik. Masyarakat juga menyesalkan suplai air dari PDAM Jaya yang tidak pernah normal seperti volume air yang sedikit, sering mati, dan debit air yang buruk. Kurangnya penyediaan air minum oleh PDAM berimplikasi pada penggunaan air tanah secara tidak terkendali, baik oleh masyarakat, maupun terutama oleh industri dan hotel-hotel. Akibat selanjutnya, terjadi penurunan tanah karena air tanah tersedot. Penggunaan air tanah telah pula menyebabkan intrusi air laut yang semakin masuk jauh ke arah daratan. Beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, dan Denpasar terancam intrusi air laut akibat eskploitasi air bawah tanah yang tidak terkendali.

PENDAHULUAN

            Kepulauan Indonesia terdiri dari sekitar 17.508 pulau dan sekitar 6.000 merupakan pulau yang berpenghuni. Kepulauan tropis menyebar di sepanjang seperdelapan dari ekuator sekitar 8 juta km2, dengan total luas lahan 1,92 juta km2), dan wilayah laut seluas 3 juta km2 dengan total panjang garis pantai sekitar 84.000 km.

Penduduk Indonesia sebanyak 226 juta (data 2008) tersebar di beberapa pulau. Dengan tingkat pertumbuhan 1,66% dari penduduk diperkirakan tumbuh menjadi 280 juta pada tahun 2020. Jawa, sebagai pulau yang paling padat penduduknya hanya seluas 6,58% dari total wilayah Indonesia, berpenduduk 58% (120,4 juta) dari total penduduk di Indonesia. Dalam dasawarsa yang lalu, imigran perkotaan mengakibatkan pertumbuhan perkotaan sekitar 5% per tahun. Diperkirakan bahwa pada tahun 2020 sekitar 52% penduduk akan tinggal di lingkungan perkotaan, meningkat 38% dibandingkan tahun 1995.

Terlepas dari tingginya potensi sumber daya air, sumber daya air permukaan di Indonesia mengalami kekurangan selama musim kemarau, namun terjadi banjir selama musim hujan terutama di beberapa daerah. Meskipun Indonesia memiliki curah hujan yang berlimpah, dengan rata-rata nasional lebih dari 2.500 mm/tahun, namun terjadi perbedaan yang sangat besar di daerah tertentu di Indonesia. Hal ini terjadi berkisar dari daerah-daerah yang sangat kering di Nusa Tenggara, Maluku dan Sulawesi bagian dari Kepulauan (kurang dari 1.000 mm) dan yang sangat basah di beberapa bagian daerah Papua, Jawa, dan Sumatra (lebih dari 5.000 mm).

KONDISI SUMBER DAYA AIR

Seperti di banyak negara lain, kondisi sumber daya air di Indonesia telah sampai pada tahap di mana tindakan terpadu diperlukan untuk membalikkan tren yang terjadi saat ini yatiu penggunaan air yang berlebihan, polusi, dan meningkatnya ancaman kekeringan dan banjir.

Mengingat tantangan yang dihadapi oleh sektor sumber daya air dan sektor irigasi di abad ke-21 dan reformasi sektor publik yang lebih memperhatikan aspira

KOMENTAR


Minggu, 06 Januari 2019

TUGAS 1 PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

NO
KETERANGAN
NAMA WILAYAH
SUMBER
SULTRA
KEPTON
1
LUAS WILAYAH
38140 

https://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Tenggara

4408 
https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Buton
2
CURAH HUJAN
2113,3 mm pertahun

https://sultra.bps.go.id/statictable/2018/01/25/304/-jumlah-curah-hujan-menurut-bulan-dari-stasiun-pengamatan-di-provinsi-sulawesi-tenggara-mm-2016.html

2063,8 mm pertahun
https://sultra.bps.go.id/statictable/2018/01/25/304/-jumlah-curah-hujan-menurut-bulan-dari-stasiun-pengamatan-di-provinsi-sulawesi-tenggara-mm-2016.html
3
POTENSI AIR






4
ANAK SUNGAI
18 anak sungai

https://fitriwardhono.wordpress.com/2011/09/27/potret-umum-provinsi-sulawesi-tenggara/



5
SITU






6
DAERAH IRIGASI
121.000 Ha

https://www.covesia.com/archipelago/baca/8960/26-500-hektare-sawah-sultra-belum-miliki-jaringan-irigasi

29.500 Ha
https://www.covesia.com/archipelago/baca/8960/26-500-hektare-sawah-sultra-belum-miliki-jaringan-irigasi
7
LUAS SAWAH
18.000 Ha

https://fitriwardhono.wordpress.com/2011/09/27/potret-umum-provinsi-sulawesi-tenggara/



8
PANJANG PANTAI
1740 km

https://bangwilsultrablog.wordpress.com/2016/05/29/sulawesi-tenggara/

271,99 km
https://bangwilsultrablog.wordpress.com/2016/05/29/sulawesi-tenggara/
AIR DALAM KEHIDUPAN

A. Apakah itu Air

Air merupakan bagian sangat penting dalam kehidupan. Tanpa air di bumi tidak
akan ada kehidupan. Air adalah bagian terbesar penyusun tubuh makhluk hidup.
Tubuh kita mengandung air lebih dari 60 %. Sebagian besar permukaan bumi ditutupi oleh air atau lautan. Air mengisi cekungan-cekungan di permukaan bumi, seperti terbentuknya laut, danau, situ, kolam, sungai, dan mata air. Air menentukan kesuburan tanah.
Air ada di berbagai lapisan bumi, di permukaan bumi, udara, dan di dalam bumi. Air di dalam bumi disebut air tanah sebagai sumber mata air. Air hujan yang jatuh ke bumi diserap oleh tanah menjadi air tanah. Mata air di gunung sebagai sumber aliran air sungai. Semua sungai mengalirkan airnya ke laut. Air laut dapat menguap oleh pemanasan sinar matahari.
Uap air menjadi awan atau mendung sebagai bakal hujan.

Sebaran air di bumi berbeda-beda, menyebabkan adanya pembagian iklim di
bumi. Bagian bumi yang mengandung air disebut Hidrosfer. Air memiliki fase berbedabeda dipengaruhi oleh faktor suhu.
Daerah kutub permukaannya ditutupi oleh air beku(es/salju), karena daerah ini suhunya sangat dingin, mendekati suhu 0 derajat Celcius. Air mulai membeku pada suhu 4 derajat Celcius sehingga disebut suhu anomali air.
Gurun mengandung sangat sedikit air, sehingga tampak gersang, karean suhu di daerah ini sangat panas. Daerah yang kandungan airnya banyak menyebabkan tanahnya menjadi subur dan makmur. Tanah subur dapat ditanami tumbuhan apa saja.
Adapun di Indonesia bagian Barat banyak terjadi hujan sehingga
sungai-sungai terairi dengan baik. Aliran air sungai sangat penting bagi sumber air untuk daerah pertanian atau pesawahan. Itulah sebabnya, penduduk Indonesia bagian Barat mengkonsumsi padi sebagai bahan makanan pokoknya.
Berdasarkan komposisinya, air ada dua macam, yaitu air murni dan air tak murni.
Air murni hanya mengandung 2 atom H (hydrogen) dan 1 atom O (oksigen), sehingga rumusnya H2 O. Air di alam adalah tidak murni, karena mengandung mineral. Untuk mendapatkan air murni harus disuling, maka air murni disebut air suling. Tetapi berdasarkan tingkat kesehatannya, ada air bersih dan air kotor. Air bersih merupakan air yang bebas dari bahan berbahaya dan kuman penyakit. Air kotor mengandung kotoran, apakah mengandung lumpur, kuman, atau bahan berbahaya bagi kesehatan. Air kotor
biasanya ke luar dari limbah pabrik, limbah rumah tangga, atau tercemar oleh bahan pencemar lainnya. Bagaimanakah tanda-tanda air kotor ? Air kotor ditandai oleh warnanya yang tidak jernih, baunya yang tidak enak, rasanya pun tidak enak, dan mungkin ditemukan pula mikroba. Mikroba adalah jasad renik, mahluk hidup yang sangat kecil dan hanya bias dilihat dengan bantuan mikroskop. Ada mikroba yang bersifat berbahaya atau merusak kesehatan tubuh. Air kotor dapat diolah menjadi air bersih melalui proses penjernihan.

B. Sifat-Sifat Air

Secara umum air memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
Air yang tenang selalu datar permukaannya;
Air memiliki gaya tekan ke segala arah;
Air dapat melarutkan zat tertentu;
Air memiliki massa jenis satu, karena setiap satuan sentimeter kubiknya menghasilkan satu gram, atau setiap satuan desimeter kubiknya menghasilkan massa sebesar satu kilogram;
Air dapat berubah wujud akibat pengaruh suhu lingkungannya.

Air yang tenang selalu datar permukaannya

Aliran air bergerak dari permukaan yang tinggi ke permukaan yang lebih rendah.
Bila permukaan air sama, maka air dalam keadaan tenang atau tidak bergerak lagi. Air dalam bejana berhubungan permukaannya selalu sama, kecuali air pada pipa kapiler. Perbedaan ketinggian permukaan air antara ke duanya, menentukan derasnya aliran air. Aliran atau gerakan air yang deras dapat dimanfaatkan untuk memutar generator guna menghasilkan energi (tenaga) listrik. Itulah sebabnya pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga air (PLTA) sering didirikan di daerah aliran sungai di pegunungan.
Hukum bejana berhubungan mengatakan bahwa air dalam bejana berhubungan
permukaannya sama. Ternyata hukum bejana berhubungan ini tidak berlaku pada pipa kapiler, mengapa ?
Pipa kapiler artinya pipa yang berukuran diameternya sangat kecil
(dalam ukuran milli atau mikron). Pada pipa kapiler terdapat daya adhesi air dengan dinding pipa kapilernya lebih kuat daripada daya kohesinya, sehingga permukaan airnya menjadi lebih tinggi. Daya adhesi adalah daya tarik menarik antar molekul yang berbeda, seperti daya tarik menarik antara molekul air dengan dinding pipa kapiler. Daya kohesi adalah daya tarik menarik antar molekul yang sejenis, seperti daya tarik menarik molekul
air sendiri. Apabila kamu perhatikan secara teliti tentang permukaan air dalam sebuah tabung, ternyata pada bagian tepi atau dinding tabung itu, permukaan airnya membentuk cekungan ke atas; artinya daya adhesinya lebih kuat dibandingkan kohesinya. Pipa
kapiler di alam terdapat pada tumbuhan tinggi, yaitu pembuluh kayu (xilem).
Apabila kita perhatikan dengan lebih teliti keadaan permukaan air dalam sebuah
bejana, ternyata permukaannya tidak mendatar persis tetapi pada bagian pinggir dinding bejana membuat permukaan cekung ke atas sedikit atau lebih tinggi daripada permukaan air di bagian tengahnya. Hal ini disebabkan oleh adanya daya adhesi air dengan dinding
bejana lebih kuat daripada daya kohesi air itu sendiri. Itulah sebabnya, apabila bejana tersebut berupa pipa kapiler, maka adhesi air yang terjadi pada dinding kapiler akan berimpit, dan saling menyatu sehingga mendorong menaiknya permukaan air di dalam pipa kapiler itu. Semakin kecil diameter pipa kapiler, semakin tinggi permukaan air yang terbentuk. Hasil penelitian, ternyata kemampuan daya kapileritas untuk pipa kapiler terkecil hanya mampu menaikkan permukaan air setinggi lebih kurang 50 meter saja.
Daya adhesi dan kohesi setiap zat cair adalah berbeda-beda. Pada contoh air,
ternyata daya adhesinya lebih kuat daripada daya kohesinya sehingga permukaan air tersebut agak cekung. Hal ini, berbeda dengan air raksa atau air berat (Hg) memiliki daya adhesi yang lebih lemah dibandingkan daya kohseinya; akibatnya permukaan air raksa pada sebuah tabung terbentuk agak cembung, karena bagian tepi yang bersentuhan dengan dinding bejana menurun

Air memiliki gaya tekan ke segala arah

Mengapa suatu benda ditimbang di dalam air memiliki berat atau massa yang
lebih ringan dibandingkan dengan ditimbangnya di udara ? Pernahkah kamu melihat pompa hidrolik yang mengangkat sebuah mobil di bengkel pencucian mobil ? Pompa hidrolik tersebut menggunakan prinsip kerja bahwa air dapat menekan ke segala arah. Adanya gaya tekan ke atas pada air menyebabkan kita mudah berenang di air kolam, air laut, air danau, maupun air sungai. Gaya tekan ke atas air akan semakin besar bila kandungan garamnya semakin tinggi.
Selain itu, gaya tekan ke atas air dipengaruhi oleh konsentrasinya. Contohnya: air Laut Mati di negara Arab Saudi memiliki kadar garam
tinggi, sehingga dapat mengapungkan manusia yang terjun ke dalamnya.
Hukum Archimedes: Bila suatu benda dicelupkan ke dalam air, maka akan mendapat gaya tekan ke atas seberat benda itu. Hasilnya ada tiga kemungkinan
kejadiannya, yaitu:
A. Benda akan terapung, jika massa jenisnya lebih kecil daripada massa jenis air.
B. Benda akan melayang, jika massa jenisnya sama dengan massa jenis air..
C. Benda akan tenggelam, jika massa jenisnya lebih besar daripada massa jenis air.
Benda yang memiliki massa jenis lebih besar daripada massa jenis air dapat terapung, jika Itulah sebabnya, benda itu mengandung rongga udara yang memadai dengan massanya.

Air dapat melarutkan zat tertentu

Apabila kita perhatikan keadaan air di sekitar kita, maka akan ditemukan ada air
yang bening dan ada air yang keruh. Air yang keruh menunjukkan bahwa air memiliki sifat dapat melarutkan zat tertentu. Adanya sifat air dapat melarutkan zat-zat, manusia dapat memanfaatkannya air sebagai media untuk bahan pembersih dan bahan minuman.
Selanjutnya air sebagai bahan pembersih, manusia dapat menggunakannya untuk
berbagai keperluan, seperti: membersihkan badan (mandi), untuk mencuci pakaian atau barang dapur atau kendaraan, dan mengencerkan larutan zat tertentu, bahkan untuk membuat bangunan atau jembatan beton pun men ggunakan air. Misalnya cat tembok yang sudah kental dapat diencerkan dengan menambah air ke dalamnya. Air banyak digunakan sebagai bahan pelarut utnuk berbagai keperluan manusia. Tetapi ingat, air pun dapat menyebabkan mala petaka atau bencana, jika tidak terkendali.

Air di alam mengandung mineral

Di alam sangat sulit mendapatkan air murni, karena berhubungan dengan tanah
atau udara yang mengandung debu dan zat-zat terlarut lainnya. Itulah sebabnya air di alam memiliki rasa yang berbeda-beda, ada yang tawar dan ada yang asin. Air minum yang mengandung mineral lengkap dan seimbang dengan kebutuhan tubuh sangat baik untuk minuman sehat Air tanah yang baru ke luar dari permukaan tanah berbatuan adalah masih sehat. Hal ini, karena air tersebut mengalami penjernihan secara alami oleh lapisan batuan itu. Itulah sebabnya pengelola air mineral (aqua) dalam kemasan botol mencari sumber airnya di daerah pegunungan. Air yang bersumber dari pegunungan bersifat tawar, karena mengandung banyak garam karbonat.
Garam karbonat bersumber dari batuan-batuan yang dilewati oleh air, seperti mineral kalsium (Ca) dan phosphor (P). Bukti-bukti bahwa air yang melewati batuan dapat membawa unsur kalsium adalah perhatikan air yang menetes di dalam gua batu. Pada gua batu tersebut, kamu akan menemukan dimana ada air menetes dari langitlangit gua akan terbentuk stalagtit dan stalagmit. Stalagtit adalah tuonjolan batuan yang terbentuk akibat air yang menetes di langit-langit gua batu secara perlahan-lahan mengendapkan mineral kapur di atas langit-langit gua batu itu. Stalagmit adalah gundukan batuan yang terbentuk di dasar gua batu, persis terletak di bawah stalagtit.
Bila stalagtit memanjang dan stalagmit meninggi, pada akhirnya tonjolan ke dua batuan endapan tersebut membentk tiang kapur di dalam gua batu.

Air dapat berubah fase (benda cair, benda gas, dan benda padat)

Wujud air dapat dipengaruhi oleh faktor suhu lingkungannya. Air di daerah kutub
dapat menjadi lapisan es (salju) akibat suhunya dingin, karena daerah itu sedikit
mendapat penyinaran matahari. Daerah gurun banyak mendapat penyinaran matahari sehingga suhunya tinggi, banyak terjadi penguapan menyebabkan daerah ini kering. Penyinaran matahari yang tinggi dapat menyebabkan penguapan air laut untuk membentuk awan atau mendung. Berbagai mendung dari arah berbeda tertahan dan terkumpul pada puncak gunung semakin tebal, dan akhirnya menurunkan hujan. Air hujan meresap ke dalam tanah dibantu oleh tumbuhan menjadi air tanah.
Air tanah muncul ke permukaan pegunungan sebagai mata air. Air dari mata air mengalir ke lembah dan daerah yang lebih rendah membentuk sungai-sungai. Air sungai bermuara ke laut, dan seterusnya. Hal inilah yang menyebabkan air mengalami daur ulang di alam, dan menjamin air tidak akan habis. Daur ulang air mengalami beberapa mata rantai, dan apabila salah satu mata rantainya rusak akan mengalami gangguan dalam peredaran air di alam, seperti air sungai yang kering di musim kemarau dan menjadi bencana banjir di kala musim hujan tiba.
Salah satu upaya untuk memperbaiki sistem aliran sungai tersebut adalah perlu dilakukan penghijauan sepanjang DAS (Daerah Aliran Sungai) dan pegunungan yang gundul. Penghijauan penting untuk penyerapan air hujan ke dalam
tanah menjadi air tanah.


C. Macam-Macam Air dan Kegunaannya

Air di alam bukan air murni, tetapi mengandung mineral. Air dari gunung
mengandung banyak mineral karbonat, karena bercampur dengan pengikisan batuan kapur sehingga bersifat tawar. Air laut memiliki rasa asin, karena mengandung banyak garam-garaman, seperti garam dapur (NaCl). Air sungai berasal dari mata air di gunung. Air sumur berasal dari air tanah. Air tanah berasal dari air yang meresap ke dalam tanah; Air murni dapat diperoleh
dengan menyuling air alam melalui proses penyulingan (destilasi).
Air yang ke luar dari mata air tanah adalah bersih. Air ini mengalami penyaringan
oleh batuan sehingga bersifat jernih dan bersih. Itulah sebabnya untuk membersihkan dan menjernihkan air perlu menggunakan batgu-batuan dan pasir. .
Kekurangan air pada tumbuhan ditandai gejala layu pada
daun-daunnya. Kekurangan air pada tubuh manusia ditandai gejala keriput pada kulit, dan kelebihan air pada tubuhnya ditandai oleh gejala penyakit beri-beri. Penderita penyakit beri-beri ditandai oleh bagian-bagian membengkak oleh air.

1. Air sebagai Lingkungan Hidup
Air sebagai lingkungan hidup, merupakan tempat hidup bagi makhluk hidup.
Golongan makhluk hidupnya harus beradaptasi denganya, baik pada hewan maupun tumbuhan.
Adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungan air dapat dikenal ada 3
macam, yaitu:
 (1) Adaptasi morfologis, yaitu adanya penyesuaian bentuk-bentuk tubuhan dan bagian-bagian tubuhnya;
 (2) Adaptasi fisiologis, yaitu adanya penyesuaian proses untuk mendapatkan hidup pada makhluk hidup itu;
(3) Adapatsi tingkah laku,
yaitu adanya penyesuaian perilaku hewan-hewan yang hidup di air. Untuk mempelajari berbagai macam adaptasi makhluk hidup ini dapat diambil contoh kehidupan katak, karena hewan ini mengalami hidup di dua alam, yaitu diawali pada kehidupan di air pada masa kecilnya, dan dewasanya hidup di darat.
Perubahan bentuk tubuh pada katak dari semasa kecil menjadi dewasa tersebut disebut metamorfosis. Di bawah ini ditunjukkan berbagai macam adaptasi pada makhluk hidup atau organisme di lingkungan air.
a. Adaptasi morfologi pada organisme air
Bagaimanakah bentuk adaptasi tubuh atau bagian tubuh makhluk hidup yang
hidupnya di lingkungan air ? Misalnya, eceng gondok hidupnya mengapung di atas permukaan air, karena memiliki alat apung pada bagian tangkai daunnya yang
menggembung berisi udara. Tumbuhan kayambang memiliki dua macam daun, yaitu daun-daunan yang berada di dalam air bentuknya seperti akar-akarnya. Adapun daundaunan yang berada di atas air memiliki bentuk yang lebih lebar.

b. Adaptasi fisiologi makhluk hidup pada lingkungan air
Pada daur hidup katak sudah ditunjukkan bahwa alat pernapasannya sewaktu
kecebong menggunakan insang, tetapi setelah dewasa hidup di darat menggunakan paruparu. Semua binatang yang hidup di air adalah bernapas dengan insang, kecuali hewan mammalia (Hewan Menyusui) bernapas dengan paru-paru. Insang adalah alat pernapasan yang sesuai untuk kehidupan di lingkungan air. Hewan mammalia seperti paus dan lumba-lumba adalah bernapas dengan paru-paru, walaupun hidupnya di air.

c. Adapatsi tingkah laku hewan pada lingkungan air

Untuk mempelajari adaptasi tingkah laku hewan-hewan yang hidupnya di lingkungan air, Selain itu, semua hewan yang hidup di air memiliki alat gerak serupa sirip atau kakinya memiliki selaput renang. Itulah sebabnya katak semasa kecebong berekor sebagai alat geraknya, dan setelah dewasa hidupnya di darat memiliki kaki berselaput renang agar mudah berenang. Dengan demikian, di darat katak dapat melompat-lompat, dan di air dapat berenang-renang.
Belajar dari kehidupan hewan-hewan air, manusia pun dapat menyesuaikan diri
agar mudah berenang di air dengan membuat kaki katak yang dipasang pada kakinya.
Itulah manusia katak, yaitu manusia berpakaian seperti katak, dan gaya renang pun ada yang disebut gaya katak.

2. Air untuk kebutuhan hidup

Air berguna sebagai bahan pembersih, karena memiliki sifat sebagai pelarut zat lain. Air yang kita minum ke dalam tubuh banyak memiliki kegunaan, seperti:
 (1) melarutkan zat-zat makanan (nutrisi) agar mudah dicernakan oleh enzim-enzim sehingga mudah diserap oleh didnidng ususnya;
 (2) mempertahankan suhu tubuh agar relatih tetap;
 (3) air sebagai pengisi cairan sel-sel tubuh agar realtif tetap. Kekurangan air dalam tubuh akan menyebabkan dihidrasi tubuh, dan kelebihan air dalam sel-sel tubuh akan menyebabkan penyakit beri-beri. Jelas disini bahwa air adalah penting untuk kesehatan tubuh. Selain itu, untuk kesehatan tubuh diperlukan kebersihan tubuh, dan kebersihan apa-apa yang melekat maupun yang masuk ke dalam tubuh. Kebersihan pangkal kesehatan merupakan slogan penting dalam kehidupan. Setiap orang membutuhkan kesehatan. Untuk dapat hidup sehat, kita harus dapat memelihara kesehatan tubuh. Tubuh kita perlu mandi dengan air bersih.
Tubuh memerlukan makanan yang sehat dan minum air bersih
Kadar air dalam sel-sel tubuh harus relatif tetap. Kekurangan air tubuh akan mengalami dehidrasi (kekurangan air), ditandai adanya kulit yang keriput. Kelebiha air dalam tubuh pun menyebabkan gangguan kesehatannya, seperti terjadi pada penyakit beri-beri tersebut. Penderita penyakit beri-beri terjadi akibat terganggunya penyerapan kelebihan air tubuh oleh darah.
Pengeluaran air dari dalam tubuh lewat alat-alat ekskresi, seperti ginjal, kulit, dan paru-paru. Tubuh mengeluarkan air melalui keringat lewat kulit, air seni lewaqt
ginjal, dan juga lewat alat pernapasan berupa uap air Selain itu, kebutuhan air di dalam tubuh untuk kelancaran kerja enzim.

Air diperlukan untuk media kerja enzim. Adanya air, zat-zat dapat melarut sehingga akan memudahkan kerja enzim. Selain itu, air yang terserap oleh tubuh akan menjaga suhu tubuh agar relatif tetap mencapai 36-37 derajat Celcius. Untuk itu, tubuh memerlukan.
air minum yang ditandai oleh timbulnya rasa haus. Itulah sebabnya, tubuh yang banyak meminum air, maka harus banyak mengeluarkan air dari dalam tubuh melalui alat-alat ekskresi, seperti kulit dan ginjal

1. Air memiliki sifat bersih dan bening.

Pada air yang bersih dan bening, segala yang ada di dalamnya akan kelihatan
jelas. Air yang bening dapat membedakan warna-warna dan bentuk-bentuk benda
yang ada di dalamnya. Air yang bening dapat meneruskan cahaya yang melewatinya, tetapi air yang kotor akan selalu memantulkan kembali cahaya yang mengenainya.
Apabila sifat air ini dihubungkan dengan sifat manusia, diumpamakan sebagai sifat manusia, maka seseorang yang berpikiran bersih dan hati yang bening akan dapat melihat segala persoalan secara jelas sehingga untuk penyelesaiannya mudah ditemukan selalu memiliki kepekaan terhadap sekitarnya, terhadap lingkungannya, perasaan orang lain, sehingga akan dapat menuntun sikap diri kita ke arah hal-hal yang tidak merugikan kepada lainnya. Orang yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi akan mampu hidup berdampingan secara damai dalam kehidupan suatu masyarakat. Orang yang memiliki kepekaan
lingkungan yang tinggi tidak akan menimbulkan kerusakan lingkungan. Dengan
demikian orang rang yang berhati bening akan selalu memikirkan dampak yang akan terjadi dari apa yang dilakukannya, sehingga selalu bersikap hati-hati dalam
bertindak. Orang yang berhati bening, kepekaan sosialnya yang tinggi tidak akan mudah menyalahkan orang lain, tetapi selalu mengoreksi dirinya, dan meyakininya bahwa segala sesuatu yang menimpa dirinya karena kehendak Allah. Orang yang berhati bening, kepekaan lingkungannya yang tinggi, tidak akan berbuat mencemari lingkungannya. Berbagai masalah lingkungan muncul akibat banyak orang yang tidak peduli terhadap kesehatan lingkungan.

2. Air bergerak dari permukaan yang tinggi ke permukaan yang rendah.

Air dapat mencapai permukaan yang tinggi, karena ia memiliki volume yang
lebih besar, atau mencapai letak (kedudukan) di tempat yang lebih tinggi

3. Air dapat melarutkan dan mendinginkan zat, kecuali beberapa zat tertentu.

Sifat air tersebut, apabila dihubungkan dengan sifat manusia, maka semestinya
manusia dapat menjadi perantara (media) bagi setiap orang yang mendapat persoalan(masalah) untuk mendamaikannya atau mencari solusinya. Dalam peribahasa dikatakan bahwa setetes air dapat mendinginkan, dan sepercik api dapat memanaskan,apalagi dalam jumlah yang banyak. Apalagi air yang bening dapat melarutkan zat sesuai dengan keinginannya, tetapi air yang kotor tidak dapat melarutkan zat sesuai
keinginannya, bahkan mungkin menimbulkan terjadinya reaksi tertentu yang bersifat
racun atau berbahaya bagi kehidupan. Di sinilah makna air dalam kehidupan sangat
bergantung kepada sifat air itu sendiri.
TUGAS 2
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

MASALAH SUMBER DAYA AIR
Oleh
AAN SETIAWAN(16-630-054)
Teknik Sipil Universitas Dayanu Ikhsanuddinn

PENDAHULUAN
Air merupakan faktor terpenting dalam kehidupan di muka bumi ini. Dari air bermula kehidupan di dunia oleh karenanya peradaban tumbuh dan berkembang. Sederhananya, tanpa air peradaban akan surut dan bahkan kehidupan akan musnah karena bumi akan menjadi sebuah bola batu dan pasir raksasa yang luar biasa panas, masif dan mengambang di alam raya menuju kemusnahan. Air menopang kehidupan manusia, termasuk kehidupan dan kesinambungan rantai pangan makhluk di muka bumi. Karena itulah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendeklarasikan bahwa air merupakan hak asasi manusia; artinya setiap manusia di muka bumi ini mempunyai hak dasar yang sama terhadap pemakaian air.
Berkurangnya daerah hijau terkait mengenai penggunaan lahan di daerah perkotaan juga menjadi pemicu rendahnya kualitas air. Penggunaan lahan diartikan sebagai setiap bentuk intervensi manusia terhadap lahan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya baik materil maupun spiritual.
Menurunnya kualitas dan kuantitas air akan menimbulkan dampak sosial, ekonomi dan lingkungan hidup, agar pemanfaatan air dapat optimal tanpa menimbulkan dampak negatif, maka dalam pelaksanaan kegiatan tersebut diperlukan panduan perencanaan pendayagunaan air sebagai acuan dalam perencanaan pendayagunaan air yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan yang meliputi kegiatan penatagunaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan dan pengusahaan air.
PEMBAHASAN
Permasalahan SDA Dari Sisi Pasokan Air
Pengaruh global climate change
Pengaruh global climate change (efek rumah kaca), pemanasan global dan semacamnya menyebabkan semakin sering dan semakin besarnya intensitas “extreme climate events” sebagaimana dua kejadian yang berlawanan yang kita alami akhir-akhir ini yaitu LaNina (fenomena/curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam kurun waktu lama di suatu tempat) dan ElNino (fenomena kekeringan yang belangsung dalam kurun waktu lama di sutu daeran).
Kerusakan DAS
Semkin meluasnya degradasi DAS dan sekin tingginya sedimen tasi akibat pembabatan hutan dan praktek pertanian serta perkebunan yang tidak mengikuti aspek konservasi tanah dan air yang didorong oleh tekanan kependudukan dan meningkatnyakegiatan ekonomi dan tata guna tanah serta tata ruang yang tidak kondusif.
Kerusakan sumber air
Menyempitnya sungai-sungai karena tingginya tingkat kandungan lumpur akibat erosi dan sedimentasi yang disebabkan rusaknya DAS maupun akibat sampah yang menyempit akan menyebabkan melimpahnya aliran air sungan di waktu banjir melanda. Adanya situ-situ yang dikonversi menjadi daerah pemukiman menyebabkan semakin menurunnya resapan untuk “recharge” air tanah. Tercemarnya sumber-sumber air seperti sungai, danau, dan waduk oleh limbah indutri, penduduk, maupun pertanian.
Krisis air
Semakin meningkatnya kekurangan air dan konflik antara pemakai tentang penggunaan air yang terjadi terutama pada musim kemarau di daerah-daerah rawan air meskipun siklus hujan relatif sama dari tahun ke tahun. Hal ini terjadi karena disatu sisi pasokan air alamiah (curah hujan) relatif sama tapi kualitas air yang secara alamiah mengalir di sungai menurun akibat menurunnya fungsi resapan dari DAS serta pencemaran air sungai akibat perilaku bahwa sungai adalah tempat pembuangan sampah yang paling mudah di jumpai. Disisi lain, kebutuhan air semakin meningkat akibat pertumbuhan ekonomi, sehingga terjadi ketidak seimbangan antara pasokan air dan kebutuhan akan air.
Pencemaran air tanah
Pada beberapa tempat air tanah telah tercemar oleh intrusi air laut dan limbah domestik dan industri. Hal ini akanmemgahayakan penduduk yang menggunakannya sebagi air minum serta air untuk mandi.
Ancaman hujan asam
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa hujan asam terjadi karena polusi di udara telah mencapai ambang yang membahayakan dan ketika hujan turun maka air yang ada pada DAS, danau, waduk dan sebagainya yang ada pada kawasan terjadinya hujan akan tercemar zat kimia berbahaya yang terkandung dalam hujan asam. Fenomena ini biasanya terjadi di kota-kota besar.

Permasalahan Dari Sisi Penggunaan
Dampak pertambahan penduduk
Peningkatan populasi manusia atau meningkatnya jumlah penduduk pastinya menyebabkan tingkat kepadatan semakin tinnggi. Hal ini dapat mengakibatkan tanah atau lahan sebagai peresapan air semakin berkurang karena digunakan untuk pemukiman dan lahan pertanian.
Setiap tahunnya, hutan dibuka untuk dijadikan lahan pertanian atau pemukiman. Para ahli lingkungan memperkirakan lebih dari 70% hutan di dunia yang alami telah ditebang ataurusak parah. Hal ini tentunya mengakibatkan banyaknya tanaman yang mati dan tidak dapat lagi menyanggah tanah sehingga terjadi longsor serta tidak ada lagi daerah serapan yang mampu menyerap air sehingga terjadilah bencana banjir.
Dampak pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi yang dimanifestasikan dalam meningkatnya kegiatan industri, jasa dan perkotaan memerlukan dukungan dari berbagai sektor diantaranya penyedia air baku. Kebutuhan akan air baku untuk keperluan industri, jasa, dan perkotaan diperkirakan akan meningkat sebesar 2 sampai dengan 3 kali dari kebutuhan.
Daerah irigasi yang beralih fungsi menjadi daerah pemukiman dan industri
Menurut perkiraan INUDS (Indonesian National Urban Develompment Study) yang dikutip dari bank dunia selam kurun waktu 1980-1985, areal perkotaan di Indonesia secara fisik bertambah luas sebanyak 367.500 Ha atau kira-kira 25.100 Ha per tahun, dimana 60% perkembangan terjadi di Jawa, 20% di Sumatra, dan  20% di Kawasan Timur. Perkiraan ini memberikan kecenderungan bahw wilayah perkotaan di Jawa akan bertambah luas 15.000 Ha pertahun, disamping iti perluasan untuk pembangunan jalan dan industriakan membutuhkan lahan kira-kira 40.000 Ha pertahun. Jauh lebih lagi sampai dengan 2010 di Jwa akan ada 390.000 Ha (13,6%) dari 3,4 juta Ha sawah irigasi yang potensial untuk dikonversi menjadi lahan non-pertanian karena letaknya yang strategis didekat pusat pertumbuhan industri maupun pemukiman.

KESIMPULAN
Dari pembahasan yang telah di jabarkan maka dapat disimpulkan bahwa permasalaha yang terjadi terhadap sumber daya air disebabkan dua faktor yaitu permasalah yang terjadi ditinjau dari sisi pasokan air serta sisi penggunaannya.

DAFTAR PUSTAKA
http://digilib.its.ac.id
http://auliaislami.web.unej.ac.id

tugas 9 etika profesi

KODE ETIK PROFESI INSINYUR Etik atau etika mempunyai pengertian sebagai baku perilaku yang diterima secara bersama sekelompok orang “peer” d...